|
Post By
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Mengikhlaskan doa « on: October 26, 2008, 09:03:58 PM »
Assalamulaikum permisi rekan2 ikhlas, saya pemula ingin bertanya,
sbenernya yang dimaksud mengikhlaskan doa itu seperti apa? apa melupakan doa itu dan serahkan begitu saja kepada Allah Swt? bukan nya kalo dengan afirmasi doa malah jadi inget terus permasalahan nya ya?
Post By
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Re: Mengikhlaskan doa « Reply #1 on: October 26, 2008, 11:41:41 PM »
itul bedanya afirmasi yg dari barat dg ikhlas dari timur.. istilahnya memang kedengeran sederhana itu aja mengikhlaskan doa.. tekniknya gampang cuma filosofinya yg beda.. sy gampang ngeh krn diajarin di pelatihan mindfocus .. tp ngejelasin kalo pake tulisan agak panjang.. mungkin ada yg lebih bisa njelasinnya..
Post By
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Re: Mengikhlaskan doa « Reply #2 on: October 27, 2008, 09:09:50 AM »
Selamat ikhlas mas Suryawan
Boleh share sedikit ya mas,untuk mengikhlaskan do'a itu tergantung mood masing2,coba anda lihat postingan tentang short cut do'a yg diulas oleh mas zaki.Pengalaman saya sharing dengan beliau sangat aplikatif dan luarbiasa mantab,sehingga saya bisa merasakan "sreg" dihati.Maksudnya mengikhlaskan do'a adalah MINTA,YAKINI,PERCAYA.Memang kadang membingungkan antara meng-ikhlaskan dengan affirmasi.saya juga sempat bingung,tapi setelah share dengan mas zaki terbukalah tabir dan maknanya.Saya juga baru mengaplikasikan do'a ikhlas ini memang sepertinya belum terkabul,tetapi sesungguhnya terkabul.mungkin karena sedikit nikmat yang KITA RASA( Kalau kita demikian takut jadi kufur nikmat-hati2) sehingga merasa belum terkabulkan,coba syukuri sekecil apapun nikmat itu sehingga nikmat akan membesar dengan sendirinya.Janji Alloh "Bila hambanya pandai bersyukur akan dilipatgandakan nikmat itu",BELEIVE IT Mas.Saya sekarang mengikuti saran mas Zaki menulis syukur nikmat setiap hari,eeennnaaaakkk rasanya.Hal ini banyak banget membawa perubahan diri,rilek,santai,kalem sabar. Jadi mengikhlaskan do'a memang dilupakan bukan berarti lupa begitu saja,artinya setelah affirmasikan menganggap do'a sudah terkabul (seolah-olah tapi dengan yakin dan percaya)hilangkan suasana hati yg ragu,atau memikirkan caranya.Karena tugas kita hanya meminta,Alloh yang mengabulkan.Lepaskan saja permintaan kita.Sementra gitu dulu ya mas.Barangkali ada rekan2 yang mau mengulas silahkan.Mas ZAKI ini ada ulasan menarik,mohon ikut sharing. Mohon maaf kalau salah.
Salam ikhlas
Mas gatotkaca
post By
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
« Reply #4 on: October 27, 2008, 10:51:29 PM »
MasBoy,
Perlu dipahami dulu 24 jam kita berdo'a. Semua pikiran, ucapan yang menimbulkan perasaan (baik positip dan negatip) adalah do'a yang akan dikabulkan Allah. Kalau kita sudah tuntas baca buku QI kita paham bahwa ternyata heart ( jantung ) yang menimbulkan perasaan, adalah do’a yang paling mujarab.
Tidak ada salahnya kita mengingat do'a kita, yang lebih penting bagaimana “rasa”nya saat mengingat do'a anda, bagaimana rasanya ? apakah “enak”?, “yakin”?, “ragu”?”percaya”? tidak percaya”?semua dikabulkan. Rasa positip dikabulkan…rasa negatip? Juga dikabulkan….
Makanya buku QI berfokus pada positive feeling…..rasa “enak” atau “rasa positip” adalah tujuan dari “rasa” do’a kita. Atau film the secret yang akhirnya mengambarkan “feel good”….sambil menulis di pasir pantai…tujunnya adalah agar rasa positip saja yg dikabulkan. Maksudnya “Feel good” saja rasanya, jadi perwujudannya kelak ada rasa mirip “feel good” juga
Ribuan pikiran masuk ke otak kita turun ke pikiran bawah sadar lalu tercetak menjadi program2 tertentu yg menimbulkan “rasa”2 yang segera menjadi sinyal yang kemudian dikembalikan Allah kepada kita berupa “nasib”………begitulah pikiran masuk dari TV, Koran, majalah, ngobrol,dll. Semua memperkaya perasaan pikiran bawah sadar baik positip dan negatip dan segera menjadi do’a2 kita yang akan datang dengan rasa ”serupa” atau “mirip”
Kalau Mas berdoa sekali lalu melupakan..hebad mas….sebab ada ribuan pikiran masuk ke hati (jantung) kita yang mempengaruhi berbagai rasa kita terhadap do’a kita.
Begitulah juga affirmasi, yang perlu adalah “rasa” saat affirmasi..rasa bahagia, rasa enak, rasa percaya…….rasa “ikhlas” itulah affirmasi yg powerfull....
So, no problem mengingat do’a asal begitu mengingat…"rasanya" kok malah percaya ya sama do’a kita. Percaya karena "rasa"nya Allah sedang memproses do’a kita nih……….
Siapkan diri anda memasuki dunia”RASA” ….syaratnya : istirahatkan”EGO” dan “LOGIKA” anda….selamat menikmati manisnya “ikhlas” yang tiada bertepi………
Jadi, bagaimana “rasa” anda sekarang ? Pilihlah dan Ikuti saja kata2 iklan di TV mas….Enjoy ajaaa …….
Salam & rasa Bahagia untuk anda Re: Mengikhlaskan doa « Reply #5 on: October 27, 2008, 11:15:55 PM »
tambahan posting saya di atas Mas
doa dengan "rasa percaya & ikhlas" = dikabulkan = dengan cara di wujudkan yang terbaik untuk kita doa dengan rasa "tidak percaya" = dikabulkan = dengan cara tidak di wujudkan
kebenaran adalah milik Allah, semoga Allah memberi yang terbaik pada kita
|